Friday, 27 January 2017

Bentuk-Bentuk Kewirausahaan



Bentuk-Bentuk Kewirausahaan
            Bentuk-Bentuk Kewiraswastaan yang perlu diketahui antara lain akan dijelaskan berikut ini. Dengan mengetahui bentuk-bentuk kewiraswastaan diharapkan kita dapat mempertimbangkan apabila akan terjun dalam dunia wiraswasta. Bentuk-bentuk wiraswasta adalah sebagai berikut :
1. Wiraswasta Bisnis
            Wiraswasta Bisnis yaitu bentuk wiraswasta yang ditekuni orang  dengan cara melakukan analisa kebutuhan-kebutuhan selera masyarakat baik terhadap barang-barang yang dikonsumsi masyarakat maupun dalam bentuk jasa.

2. Wiraswasta Uang
            Wiraswasta uang merupakan wiraswasta yang dijalankan dengan cara menyalurkan dan megumpulkan dana yang bergerak di dalam pasar uang dan modal.

3. Wiraswasta vak
            Wiraswasta vak adalah wiraswasta yang dijalankan oleh mereka yang memiliki keahlian khusu dalam bidang produksi tertentu. Wiraswasta ini dalam pembulktian prestasinya terwujud 
dalam bidang teknik, melakukan berbagai penemuan baru di bidang teknik, peniruan dan perbaikan kualitas atas hasil barang produksinya.

4. Wiraswasta Manajer
            Wiraswasta manajer yaitu mereka yang dapat melakukan usahanya dengan cara menggunakan pengetahuan bisnis modern dan memperhitungkannya dengan cara yang efisien.

5. Wiraswasta Socual Engineer
            Wiraswasta social Engineer, yaitu mereka yang berusaha mengikat para kerja melalui karya sosialitas dan pertimbangan atas moral dan kebenaran.
            Kegiatan wiraswasta akan menunjang pembangunan di segala bidang, khususnya dalam bidang industri dan perdagangan. Pertumbuhan bidang industri yang diikuti oleh kemajuan
perdagangan akan melahirkan kesempatan kerja baru. Lapangan kerja baru ini akan menampung tenaga kerja baru dan akan menyebabkan terjadinya permintaan baru pula.
            Sevbagian besar masyarakat memandang bahawa jabatan sebagai pegawai negeri merupakan satu-satunya jabatan yang paling ,mulia dan paling terhornat. Mereka menganggap dan memandang hanya pegawai negerilah satu-satunya yang dapat menyumbang tenaga bagi pembangunannegara dan bangsa. anggapan ini kurang dapat kita terima di jaman yang semakin maju ini. Pandangan dan pendapat tersebut akan melahirkan pandangan yang bernadakan negatif.
            Pada prakteknya untuk menjadi pegawai negeri tampaknya mengahadapi keterbatasan kesempatan. Saya hidup menganggur, karena saya tidak diterima menjadi pegawai negeri. Begitulah kira-kira keluhan seorang anak muda yang sekarang banyak kita dengar. Pada kenyataannya alangkah begitu mulia dan terpuji, jika mereka menjadi tenaga-tenaga wiraswastawan, karena akan ikut dan menentukan keberhasilan dalam bidang pembangunan di
segala bidang. Status menjadi wiraswastawan merupakan motor penggerak bagi pembangunan nasional, karena alasan-alasan berikut ini ;
- Ikut memajukan eperekonomian bangsa dan negara.
- Ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat.
- berperan serta mengurangi angka pengangguran dan
- dan ikut mengatasi ketegangan sosial akibat adanya kesenjangan sosial.
 
 

No comments:

Post a Comment