Friday, 27 January 2017

Kemampuan Berinovatif sebagai Faktor Pembentuk Semangat Kerja



Kemampuan Berinovatif sebagai Faktor Pembentuk Semangat Kerja
            Inovasi sudah dikenal sebagai salah satu fungsi yag penting dalam proses kewiraswastaan. Inovasi merupakan suatu proses yang tiada henti mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual. Inovasi ini sebetulnya bukanlah gagasan dan ide-ide yang sangat rumit. Terkadang inovasi dapat saja timbul dari ide-ide yang sepele dan sepintas lalu.
            Seorang yang berinovatif tinggi sudah tentu memiliki semangat kerja yang tinggi, karena orang tersebut senantiasa akan selalu beraktifitas dengan cara berpikir uhntuk menemukan sesuatu yang baru. Tetapi belum tentu seorang yang semangat kerjanya tinggi memiliki inovatif yang tinggi pula.  Seorang wiraswastawan yang berinovatif tinggi,  dikenal memiliki kemampouan menggabungkan imajinasi dan pikiran kreatif secara sistematis dan logika. Kombinasi itu menjadi bekal yang penting bagi keberhasilan di dalam berwiradswasta.
            Dalam prosesnya, penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratko 1955, terdapat empat jenis inovatif, yaitu :
- Invensi atau penemuan
- Ekstensi atau pengembangan
- Duplikasi atau Penggandaan
- Sintesis.
            Untuk membentuk proses kewiraswastaan, perusahaan perlu memberikan kebebasan dan dorongan kepada para karyawan, agar mereka berani mengambangkan ide-idenya, gagasan yang ia miliki. Untuk keperluan itu, sangat penting adanya pengembangan kebijaksanaan yang akan membantu orang-orang yang inovatif dapat mewujudkan ide-ide, gagasan yan benar-benar kreatif dan potensial.
            Dorongan untuk berinovatif merupakan alat spesifik bagi wiraswastawan. Oleh karena itu, perusahaan harus memahami dan dapat mengambangkan inovatif-inovatif sebagai elemen utama dalam mengembangkan semangat kerja dan strategi usahanya.

No comments:

Post a Comment