Kemampuan Berinovatif sebagai Faktor Pembentuk
Semangat Kerja
Inovasi
sudah dikenal sebagai salah satu fungsi yag penting dalam proses
kewiraswastaan. Inovasi merupakan suatu proses yang tiada henti mengubah
peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual. Inovasi ini sebetulnya
bukanlah gagasan dan ide-ide yang sangat rumit. Terkadang inovasi dapat saja
timbul dari ide-ide yang sepele dan sepintas lalu.
Seorang
yang berinovatif tinggi sudah tentu memiliki semangat kerja yang tinggi, karena
orang tersebut senantiasa akan selalu beraktifitas dengan cara berpikir uhntuk
menemukan sesuatu yang baru. Tetapi belum tentu seorang yang semangat kerjanya
tinggi memiliki inovatif yang tinggi pula.
Seorang wiraswastawan yang berinovatif tinggi, dikenal memiliki kemampouan menggabungkan
imajinasi dan pikiran kreatif secara sistematis dan logika. Kombinasi itu
menjadi bekal yang penting bagi keberhasilan di dalam berwiradswasta.
Dalam
prosesnya, penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratko 1955, terdapat empat
jenis inovatif, yaitu :
- Invensi atau penemuan
- Ekstensi atau pengembangan
- Duplikasi atau Penggandaan
- Sintesis.
Untuk membentuk proses kewiraswastaan, perusahaan perlu
memberikan kebebasan dan dorongan kepada para karyawan, agar mereka berani
mengambangkan ide-idenya, gagasan yang ia miliki. Untuk keperluan itu, sangat
penting adanya pengembangan kebijaksanaan yang akan membantu orang-orang yang
inovatif dapat mewujudkan ide-ide, gagasan yan benar-benar kreatif dan
potensial.
Dorongan
untuk berinovatif merupakan alat spesifik bagi wiraswastawan. Oleh karena itu,
perusahaan harus memahami dan dapat mengambangkan inovatif-inovatif sebagai
elemen utama dalam mengembangkan semangat kerja dan strategi usahanya.
No comments:
Post a Comment