Friday, 27 January 2017

Menerapkan Ciri-ciri kewiraswastaan dalam pembentukan usaha



Menerapkan Ciri-ciri kewiraswastaan dalam pembentukan usaha
            Menanamkan dan membentuk kewiraswastaan di sekolah dapat didorong oleh para guru dengan cara memberi pelajaran kewirausahaan yang bersifat praktis dan menarik serta bisa juga dengan cara mendatangkan para wiraswastawan yang sudah berhasil untuk memberikan  ceramah mengenai keberhasilan maupun kegagalan yang mereka alami.
            Para siswa di sekolah dengan cara mendengarkan ceramah dari para wiraswastawan, diharapkan dapat menyimpulkan setiap ciri-ciri atau karakteristik wiraswastawan dalam melaksanakan keberhasilan dan kegagalan di fdalam usahanya. Disamping itu mereka fdapat termotivasi dan memiliki gambaran untuk menjadi seorang wiraswastawan. Para calon

wiraswastrawan di sekolah dapat pula menyimpulkan faktor-faktor apa yang menjadi faktor  keberhasilan dan kegagalan di dalam usaha para wiraswastawan tersebut.
            Sebagian wiraswastawan yang memberikan ceramah mengenai kewiraswastaan di sekola-sekolah tersebut tentunya ada yang berhasil sebagai pengusaha besar, pedagang besar, bisnismen, dan ada pula kemungkinan mereka hanya berasal seperti kita sebagai orang biasa.
            Jika kita ingin seperti mereka yang berhasil di dalam merintis usaha sebagai wiraswastawan , kita memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Kita harus memiliki kemauan dan kerja keras, serta disiplin.
- Kita harus belajar, bekerja dan berjuang dengan tidak mengenal lelah.
- Kita harus berpikir positif.
- Kita harus supel di dalam pergaulan.
- kita harus memiliki keyakinan dalam berusaha.
- Kita harus memiliki tanggung jawab dalam berbagai hal yang kita lakukan.
- kita harus bersedia menanggung risiko di dalam membentuk usaha.
            Selanjutnya kamu harus mendengarkan paparan atau ceramah pembicara tamu seorang wiraswastawan di sekolahmu. Jadilah kamu menjadi penddengar yang baik dan aktif. Mendengarkan ceramah atau paparan seorang eiraswastawan secara baik dan aktif, berarti kamu akan menghadapi bahwa kamu sudah memnberikan umpan balik kepada lawan bicara secara eksplisit. Dalam hal ini, pembicaraan dari hati-kehati bukan saja memberikan umpan balik mengenai isi pembicaraan, tetapi juga mengenai perasaan atau sikap yang terungkap pada saat wiraswastawan memberikan ceramahnya. Selanjutnya hasil ceramah yang kamu dengarkan dari para wiraswastawan tersebut dapat didiskusikan dengan teman-temanmu dan cobalah ambil kesimpulannya.
            Dorongan agar para siswa di sekolah menengah kejuruan berminat mau menjadi seorang wiraswastawan, datangnya dapat juga dari dorongan teman-temannya dengan cara berdiskusi dan tanya jawab. alangkah bainya jika di sekolah menengah kejuruan terdapat tempat-tempat praktek
usaha seperti pertokoan, perbengkelan, koperasi, kantin sekolah dan lain-lain. Sehingga dengan demikian mereka dapat mempraktekkan pelajaran ke wiraswastaan ini.
            Pada umumnya di sekolah-sekolah kejuruan sudah terdapat wadahnya untuk menerapkan dan menanamkan ciri-ciri kewiraswastaan dalam pola asuh sehari-hari, yaitu “ unit produksi”. Adapun faktor-faktor yang berper an dalam membuka dan menerapkan minat untuk berwiraswasta di sekolah, yakni sebagai berikut :
- Menyangkut aspek-aspek kepribadian para siswa sendiri.
- Menyangkut hubungan dengan teman-temannya di sekolah.
- Menyangkut hubungan dengan orang tuannya, atau keluarganya.
- Menyangkut hubungan dengan lingkungannya.
            Jika para sioswa memiliki ide-ide untuk membuka usaha baru maka mereka akan mencari faktor-faktor yang lainnya yang dapat mendorong mereka mau menjadi wiraswastawan. Dorongan-dorongan yang perlu ditanamkan oleh guru kewiraswastaan yaitu menyangkut hubungan dengan
faktor-falktor keluarga, teman-teman disekolah, guru-guru, para karyawan, keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja, dan sumber daya yang ada.
            Hal-hal yang lainnya yang dapat mendorong agar para siswa berminat dan mau berwiraswasta yaitu adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, faktor pendidikan, dan faktor pengalaman para siswa sendiri. Di beberapa negara maju, seperti Inggris, Perancis, Jerman dan amerika terdapat budaya keinginan seseorang untuk menjadi pemimpin dalam suatu perusahaan, memiliki peluang individual, menjadi sukses, dan menghimpun kekayaan. Hal ini merupakan aspek yang utama dalam mendorong berdirinya kegiatan kewiraswastaan.
            Bisa tidaknya seseorang untuk mengembangkan dan membangun kecenderunganmental seabagi  wiraswastawan ditentukan oleh kemauannya sendiri. Tugas guru kewiraswastaan di sekolah hanyalah berperan memberikan wawasan yang lebih luas dan mengarahkan mereka, sekaligus menjelaskan mengenai semangat dan ciri-ciri wiraswastawan.
Tugas guru kewirsawataan di sekolah hanya menerapkan ciri-ciri wiraswastawan dan menanamkan hal-hal berikut ini :
- Bagaimana cara menumbuhkan dan mengembangkan kepeloporan agar mampu dan mau berwiraswasta.
- Bagaimana cara merintis wiraswasta.
- Bagiamana cara mengelola pertumbuhan wiraswasta.
- Bagaimana cara menjaga kesinambungan wiraswasta yang dilakukan.
            Proses belajar mengajar di sekolah, barangkali akan lebih efektif dan dinamis apabila guru kewiraswastaan dapat memberikannya dengan metode “Belajar Berdasarkan Adanya Masalah”.  Adapun Pada prakteknya dapat dilaukan sebagai berikut :
- Guru memberikan permasalahan kepada para siswa sebagai pemicu.
- Guru membagi siswa menjadi dua kelompok dan mendiskusikannya.
- Guru Meberikan tugas-tugas kepada para siswa, mengenai masalah-masalah kewiraswastaan.
- Guru membimbing praktek kewiraswastaan, melalui prakytek yang dilakukan di Unit Produksi atau magang di perusahaan-perusahaan.
            Faktor-faktor yang berkaitan dengan sosialisasi dan menjadi pemicu dan dorongan agar mereka mau berwiraswasta adalah sebagai berikut :
- Terdapatnya praktek secara kecil-kecilan dalam bisnis dengan teman-temannya.
- Terdapat tim bismnis di sekolah yang dapat diajak bekerja sama dalam berwiraswasta.
-  Terdapat dorongan dari orang tuannya, keluarganya, untuk berwiraswasta.
- Terdapatnya bantuan dari berbagai pihak dalam masalah kewiraswastaan.
- Terdapatnya pengalaman dalam berwiraswasta sebelum mereka masuk sekolah.
            Faktor utama untuk dapat berwiraswasta yaitu kita harus banyak belajar mengenai diri sendiri jika ingin menjadi seorang wiraswastawan yang berhasil sebelum dan sesudah menamtkan sekolah.
            Kita harus mengetahui bahwa kekuatan di dalam berwiraswasta sebenartnya terletak dari tindakan-tindakan kita sendiri dan bukannya dari orang lain. Kegagalan di dalam berwiraswasta


harus diterima sebagai pengalaman yang berharga. Kejarlah tujuan yang berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan yang diperoleh dari ekolah atau luar sekolah. Terimalah diri kita sebagaimana adanya dan kurangilah kegiatan-kegiatan yang bersifat negatif dan tidakl berguna bagi nusa dan bangsa.

No comments:

Post a Comment