Menerapkan Ciri-ciri kewiraswastaan dalam pembentukan
usaha
Menanamkan
dan membentuk kewiraswastaan di sekolah dapat didorong oleh para guru dengan
cara memberi pelajaran kewirausahaan yang bersifat praktis dan menarik serta
bisa juga dengan cara mendatangkan para wiraswastawan yang sudah berhasil untuk
memberikan ceramah mengenai keberhasilan
maupun kegagalan yang mereka alami.
Para
siswa di sekolah dengan cara mendengarkan ceramah dari para wiraswastawan,
diharapkan dapat menyimpulkan setiap ciri-ciri atau karakteristik wiraswastawan
dalam melaksanakan keberhasilan dan kegagalan di fdalam usahanya. Disamping itu
mereka fdapat termotivasi dan memiliki gambaran untuk menjadi seorang
wiraswastawan. Para calon
wiraswastrawan di sekolah dapat pula menyimpulkan
faktor-faktor apa yang menjadi faktor
keberhasilan dan kegagalan di dalam usaha para wiraswastawan tersebut.
Sebagian
wiraswastawan yang memberikan ceramah mengenai kewiraswastaan di sekola-sekolah
tersebut tentunya ada yang berhasil sebagai pengusaha besar, pedagang besar,
bisnismen, dan ada pula kemungkinan mereka hanya berasal seperti kita sebagai
orang biasa.
Jika
kita ingin seperti mereka yang berhasil di dalam merintis usaha sebagai
wiraswastawan , kita memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Kita harus memiliki kemauan dan kerja keras, serta
disiplin.
- Kita harus belajar, bekerja dan berjuang dengan
tidak mengenal lelah.
- Kita harus berpikir positif.
- Kita harus supel di dalam pergaulan.
- kita harus memiliki keyakinan dalam berusaha.
- Kita harus memiliki tanggung jawab dalam berbagai
hal yang kita lakukan.
- kita harus bersedia menanggung risiko di dalam
membentuk usaha.
Selanjutnya
kamu harus mendengarkan paparan atau ceramah pembicara tamu seorang
wiraswastawan di sekolahmu. Jadilah kamu menjadi penddengar yang baik dan
aktif. Mendengarkan ceramah atau paparan seorang eiraswastawan secara baik dan
aktif, berarti kamu akan menghadapi bahwa kamu sudah memnberikan umpan balik
kepada lawan bicara secara eksplisit. Dalam hal ini, pembicaraan dari
hati-kehati bukan saja memberikan umpan balik mengenai isi pembicaraan, tetapi
juga mengenai perasaan atau sikap yang terungkap pada saat wiraswastawan
memberikan ceramahnya. Selanjutnya hasil ceramah yang kamu dengarkan dari para
wiraswastawan tersebut dapat didiskusikan dengan teman-temanmu dan cobalah
ambil kesimpulannya.
Dorongan
agar para siswa di sekolah menengah kejuruan berminat mau menjadi seorang
wiraswastawan, datangnya dapat juga dari dorongan teman-temannya dengan cara
berdiskusi dan tanya jawab. alangkah bainya jika di sekolah menengah kejuruan
terdapat tempat-tempat praktek
usaha seperti pertokoan, perbengkelan, koperasi,
kantin sekolah dan lain-lain. Sehingga dengan demikian mereka dapat
mempraktekkan pelajaran ke wiraswastaan ini.
Pada
umumnya di sekolah-sekolah kejuruan sudah terdapat wadahnya untuk menerapkan
dan menanamkan ciri-ciri kewiraswastaan dalam pola asuh sehari-hari, yaitu “ unit
produksi”. Adapun faktor-faktor yang berper an dalam membuka dan menerapkan
minat untuk berwiraswasta di sekolah, yakni sebagai berikut :
- Menyangkut aspek-aspek kepribadian para siswa
sendiri.
- Menyangkut hubungan dengan teman-temannya di
sekolah.
- Menyangkut hubungan dengan orang tuannya, atau
keluarganya.
- Menyangkut hubungan dengan lingkungannya.
Jika
para sioswa memiliki ide-ide untuk membuka usaha baru maka mereka akan mencari
faktor-faktor yang lainnya yang dapat mendorong mereka mau menjadi
wiraswastawan. Dorongan-dorongan yang perlu ditanamkan oleh guru kewiraswastaan
yaitu menyangkut hubungan dengan
faktor-falktor keluarga, teman-teman disekolah,
guru-guru, para karyawan, keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja, dan sumber
daya yang ada.
Hal-hal
yang lainnya yang dapat mendorong agar para siswa berminat dan mau
berwiraswasta yaitu adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, faktor
pendidikan, dan faktor pengalaman para siswa sendiri. Di beberapa negara maju,
seperti Inggris, Perancis, Jerman dan amerika terdapat budaya keinginan
seseorang untuk menjadi pemimpin dalam suatu perusahaan, memiliki peluang
individual, menjadi sukses, dan menghimpun kekayaan. Hal ini merupakan aspek
yang utama dalam mendorong berdirinya kegiatan kewiraswastaan.
Bisa
tidaknya seseorang untuk mengembangkan dan membangun kecenderunganmental
seabagi wiraswastawan ditentukan oleh
kemauannya sendiri. Tugas guru kewiraswastaan di sekolah hanyalah berperan
memberikan wawasan yang lebih luas dan mengarahkan mereka, sekaligus
menjelaskan mengenai semangat dan ciri-ciri wiraswastawan.
Tugas guru kewirsawataan di sekolah hanya menerapkan ciri-ciri
wiraswastawan dan menanamkan hal-hal berikut ini :
- Bagaimana cara menumbuhkan dan mengembangkan kepeloporan agar mampu dan mau berwiraswasta.
- Bagaimana cara menumbuhkan dan mengembangkan kepeloporan agar mampu dan mau berwiraswasta.
- Bagaimana cara merintis wiraswasta.
- Bagiamana cara mengelola pertumbuhan wiraswasta.
- Bagaimana cara menjaga kesinambungan wiraswasta yang dilakukan.
Proses belajar mengajar
di sekolah, barangkali akan lebih efektif dan dinamis apabila guru
kewiraswastaan dapat memberikannya dengan metode “Belajar Berdasarkan Adanya
Masalah”. Adapun Pada prakteknya dapat
dilaukan sebagai berikut :
- Guru memberikan permasalahan kepada para siswa sebagai pemicu.
- Guru membagi siswa menjadi dua kelompok dan mendiskusikannya.
- Guru Meberikan tugas-tugas kepada para siswa, mengenai masalah-masalah
kewiraswastaan.
- Guru membimbing praktek
kewiraswastaan, melalui prakytek yang dilakukan di Unit Produksi atau magang di
perusahaan-perusahaan.
Faktor-faktor yang
berkaitan dengan sosialisasi dan menjadi pemicu dan dorongan agar mereka mau
berwiraswasta adalah sebagai berikut :
- Terdapatnya praktek secara kecil-kecilan dalam bisnis dengan
teman-temannya.
- Terdapat tim bismnis di sekolah yang dapat diajak bekerja sama dalam
berwiraswasta.
- Terdapat dorongan dari orang
tuannya, keluarganya, untuk berwiraswasta.
- Terdapatnya bantuan dari berbagai pihak dalam masalah kewiraswastaan.
- Terdapatnya pengalaman dalam berwiraswasta sebelum
mereka masuk sekolah.
Faktor
utama untuk dapat berwiraswasta yaitu kita harus banyak belajar mengenai diri
sendiri jika ingin menjadi seorang wiraswastawan yang berhasil sebelum dan
sesudah menamtkan sekolah.
Kita
harus mengetahui bahwa kekuatan di dalam berwiraswasta sebenartnya terletak
dari tindakan-tindakan kita sendiri dan bukannya dari orang lain. Kegagalan di
dalam berwiraswasta
harus
diterima sebagai pengalaman yang berharga. Kejarlah tujuan yang berkaitan
dengan kemampuan dan keterampilan yang diperoleh dari ekolah atau luar sekolah.
Terimalah diri kita sebagaimana adanya dan kurangilah kegiatan-kegiatan yang
bersifat negatif dan tidakl berguna bagi nusa dan bangsa.
No comments:
Post a Comment