Friday, 27 January 2017

Motivasi sebagai Pembentuk semangat kerja



Motivasi sebagai Pembentuk semangat kerja
            Bagaimana cara memotivasi seseorang untuk membangkitkan semangat kerjanya. Agar lebih jelasnya dapat kita ambil contoh cara memotivasi seseorang yang bekerja di rumah Salon atau Lembaga Pendidikan Kecantikan. Agar mereka dapat berkarya dengan semngat kerja yang tinggi mungkin pada akhirnya dapat menguntungkan dan mencapai tingkat kepuasan bersama antara karyawan, pelanggan dan pemilik perusahaan.
            Ada beberapa cara dapat dilakukan untuk mencapai harapan, lakukanlah beberapa hal penting sebagai bentuk pendekatan yang sesuai  dengan tingkatan atau jabatan seorang staf dalam organisasi



a. Motivasi Bentuk Pendidikan
            Dalam hal ini memberikan kesempatan untuk sekolah atau belajar, misalnya seorang shampo Boy atau Girl yang dinilai berprestasi dapat diberikan kesempatan mengikuti pendidikan ke jenjang lebih tinggi seperti stylist, yaitu dengan cara belajar menggunting atau yang lainnya dan perusahaan akan menanggung seluruh biaya tersebut.

b. Motivasi bentuk penghargaan (Reward)
            Dilakukan setiap lima tahun sekali untuk mereka yang telah berkarya dengan baik selama lima tahun, sepuluh tahun, lima belas tahun atau dua puluh tahun - berupa penghargaan simbolis sebagai pengakuan dalam bentuk pemberian certificate, dan penghargaan ini akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri dan dapat membangkitkan semnagat kerja.

c. Motivasi pendekatan Pribadi
            Bagaimana pun sebagai pemilik atau seorang manajer salon, harus menjadi orang tua mereka, sentuhan ini sangat tepat dilakukan kepada mereka yang memiliki jiwa artis seperti penata rambut - mereka itu harus di-momong, lebih banyak dialog, lebih banyak pembinaan dan pengarahan bukan sekedar hanya intruksi dan pendekatan pribadi ini dilandasi rasa kekeluargaan.

d. Motivasi bentuk uang
            Semisal seorang stylist yang dapat mencapai suatu target tertentu, akan diberikan ekstra bonus sesuai rumusan hitungan yang telah ditetapkan, juga bagi tenaga pendukung yang memiliki peran penting seperti kasir - walau ia tidak terkait langsung dengan suatu jasa layanan, ia akan menerima komisi dari pendapatan di samping  gaji-nya.
            Mengapa seorang kasir itu punya arti penting ? karena seorang kasir adalah ujung tombak yang secara otomatis melaksanakan tugas sebagai receptionist. Karena bila seorang pemalas, atau tidak ramah  pada para tamu, hal ini akan berpengaruh terhadap berkurangnya tamu. Karena itu ia dituntut untuk dapat mengatur lalu lintas kerja agar pelayanan kepada tamu dapat dilayani secara maksimal.
            Sama halnya dengan seorang Manajer Salon, ia pun akan menerima komisi atas pendapatan, disamping gaji pokoknya, karena seorang manajaer memiliki tugas yang lebih strategis, agar salon dari waktu ke waktu pendapatannya akan tersu meningkat, sehingga Salon dapat berkembang lebi h beasr lagi.
e. Motivasi Bersama
            Dilakukan secara berkala setiap tahun dalam bentuk pengarahan umum, pengarahan teknis dan seminar-seminar secara bersama di training center yang melibatkan para ahli dibidangnya seperti psikolog Oki Asokawati.

f. Kombinasi Movasi
            Bagaimana bentuk motivasi bagi mereka yang ada diujung tombak ? Motivasi dilakukan secara kombinasi, yaitu bentuk uang, pendididkan dan pembinaan. Sedangkan bagi Stylist atau hairdresser perlu tambahan motivasi dengan cara memunculkan mereka di show atau di majalah  - karena dengan cara ini seorang stylist akan memperoleh pengakuan dari masyarakat luas sehingga mereka memiliki kebanggan tersendiri.

g. Motivasi Lainnya
            Pendekatan kepada keluarga karyawan adalah bentuk motivasi lain secara tidak langsung misalnya dengan memberikan bantuan tatkala karyawan atau keluarga karyawan mendapat musibah.
            Sedfangkan bagi mereka yang sudah tidak dapat lagi di motivasi, itu dibiarkan saja atau diganti,sebagai contoh ada seseorang asisten keriting rambut yang telah mengabdi selama 20 tahun disitu terus, padahal sudah diberikan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan pengetahuan tambahan, tapi dia tidak mau, padahal bila dilihat loyalitasnya ia sangat tinggi. Dan untuk kasus seperti ini memang tidak dapat ilihat lagi untung atau rugi, kecuali menunggu masa pensiun.
            Karena banyaknya cabang, maka bentuk motivasi ini dilakukan secara berjenjang sesuai struktur dengan memberikan aturan dan berbagai rumusan mengenai berbagai hal seperti komisi dan penghargaan yang telah dibakukan secara formal kepada para pimpinan Saalon atau para pemiliki bila itu franchise. Jadi secara otomatis motivasi akan berjalan dengan baik secara berkesinambungan.

No comments:

Post a Comment