Friday, 27 January 2017

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memulai Wirausaha




            Kita hidup dalam masa-masa di mana kebutuhan kita dan keluarga semakin meningkat, sementara daya beli uang semakin menciut sekian persen dari tahun ke tahun, alias inflasi. Untuk hidup yang pantas, kita membutuhkan pendapatan yang makin besar. Itulah sebabnya makin banyak istri-istri kini menginginkan ikut bekerja untuk menunjang hidup keluarganya. Ini adalah salah satu jalan keluar . Tetapi keinginan bekerja dengan betul-betul dapat kerja adalah hal yang masih sangat jauh ujungnya. Di manapun juga, lapangan kerja lebih sedikit daripada jumlah angkatan kerja. Maka jalan ke luar yang masuk akal adalah menempuhnya dengan berwiraswasta baik membuka usaha kecil maupun usaha dalam skala menengah atau pun besar. Tentunya dalam menempuh memulai usaha wiraswasta tersebut kita akan melibatkan komitmen keluarga, sumai/istri dan anak-anak kita.
Dalam memulai uasaha wiraswasta, kita sebaiknya mulai dengan membangun suatu usaha yang unik khas dari kita sendiri, dimulai dari kecil dan ramping, belajar sambil mendapat , dan berkembang berdasarkan kecepatan waktu dan kemampuan kita. Banyak kasus-kasus memperlihatkan betapa suatu usaha kecil atau usaha sampingan yang dipilih dan dibina dengan baik akan tumbuh begitu menguntungkan lebih jauh dari apa yang dapat dicapai hany dengan upah menjadi pegawai.
            Bidang-bidang untuk usaha wiraswasta ini sebenarnya masih terbentang luas. tidak hanya terpaku pada berdagang makanan/minuman kai lima atau berjejalan menawarkan pakaian-pakaian yang sama. Lihatlah di sekeliling kita . Terdapat banyak permintaan-permintaan akan pelayanan, atau penerapan teknologti, atau kepanjangan dari produk-produk yang ada sekarang ini, atau bidang rekreasi, masalah lingkungan, barang-barang bekas, kebutuhan atau keamanan dan kenyamanan masalah kekurangan rumah dan banyak lagi yang lainnya.
Begitu banyaknya sehingga kita harus membatasi diri pada jenis-jenis usaha witraswasta yang kita rasa fit atau yang dapat fit dengan latar belakang yang kita miliki sendiri.
            Lihatlah semua peluang-peluang usaha di mana kita kemudian dapat mencium satu kebutuhan yang akan memberikan kesempatan untuk mengubah keterampilan dan tahukah kita menjadi sukses usaha dalam bentuk uang cash.
            Memang setiap bisnis hanya dapat sukses kalau kita memuaskan suatu kebuthan, Jadi carilah kebutuhan yang msih terbuka yang fit dengan keadaan kita dan isilah dengan salah satu dari 3 cara berikut ini :
- Pertama, carilah kebutuhan-kebutuhan yang tidak terisi. Isilah.
- Kedua carilah kebutuhan-kebutuhan yang tidak cukup terpenuhi. Cukupilah.
- Ketiga Carilah cara-cara yang lebih baik untuk mengisi kebutuhan-kebutuhan yang ada. Perbaikilah.
Dengan cara-cara yang disebutkan di atas kita sekaligus diperingatkan untuk tidak asal latah berusaha, ikut-ikutan berwiraswasta ytanpa kekhususan, kelebihan atau beda berbeda posisi yang jelas.
            Tetapi ini hanya teori yang masih banyak membutuhkan penjabaran dan tindakan. Sebab setiap kesempatan hanya dapat disebut sebagai peluang usaha bilamana terdapat sejumlah tindakan yang mungkin untuk mengisi kebutuhan secara menguntungkan.
            Untuk mewujudkan hal-hal tersebut dalam praktek, di bawah ini disebutkan tindakan-tindakan penting yang kita perlu lakukan.

1. Memilih bentuk usaha yang aman dan mampu dilakukan
            Dari sejumlah peluang yan berhasil kita temukan di atas, pilihlah jenis dan bentuk usaha yang kita merasa aman dan mampu untuk bergerak di dalamnya. Misalnya yang kita dapat mulai secara
kecil-kecilan dengan resiko kecil. Usaha pelayanan seperti menawarkan belanja barang-barang kepada tetangga dengan harga supermarket tentu lebih mudah dimulai dibandingkan mendirikan sebuah toko. Di sini kita tidak menyewa gedung maupun minta izin, atau membeli barang-barang untuk stok.

2. Menyelidiki peluang usaha yang akan dilaksanakan
            Peluang usaha yang telah kita pilih itu perlu dilakukan penelitian atau diselidiki secara sistimatis dengan baik dan banyak. Ini  diperlukan sebelum memulai usaha wisawastanya. Berbicaralah dengan pihak-pihak yang mengetahui atau terlibat. Mungkin dari supplier, dengan pengusaha yang sama usahanya (calon saingan) dengan konsumen dan tetanggakalau-kalau mereka dapat memakai atau membeli barangatau jasa kita.
 


Baca juga segala sesuatu mengenai jenis usaha tersebut di buku, koran-koran atau majalah. Kalau bisa temuilah pula orang-orang yang pernah bergerak di bidang ini, tetapi gagal usahanya. Dari orang-orang beginilah kita sungguh akan mendapati pengalaman yang berguna, termasuk pula hal-hal yang menyangkut masalah keuangan yang akan dihadapi.

3. Menetpkan segmen konsumen
            Setelah kita menetapkan peluang yang diinginkan serta memiliki cukup informasi dari penyelidika dan survey mengenai usaha di atas, maka langkah yang penting selanjutnya untuuk mengkokritkan usaha ini , yaitu dengan menentukan sasaran usaha kita secara spesifik. Hal ini sekarang dapat dilaksanakan karena kita kini telah memiliki kerangka peluang dan data pasar dan saingan yang dibutuhkan.
tetapkanlah segmen konsumen mana yang ingin kita layani secara pokok. Kemudian produk atau jasa yang ingin kita tawarkan itu diolah semaksimum mungkin untuk memenuhi kebutuhan-kebuthan segmen ini secara profesional, bukan sekedar memiliki kelebihan yang “trivial” (sepele dan tambal sulam). Dan akhirnya tetapkanlah suatu target usaha yang realistis untuk kita capai dengan dana tertentu dalam kurun waktu yang tertentu pula.

4. Menempatkan Modal Secara Hati-hati
            Tempatkanlah modal yang kita miliki secara hati-hati. Bilamana kita merencanakan pembiayaan Rp 1 juta untuk start, jagalah agar jangan menghabiskan semuanya seketika usaha wiraswasta kita berjalan. Pembiayaan harus meliputi pengeluaran selama 3 sampai 4 bulan sejak usaha dilakukan, sampai usaha wiraswasta kita mulai landas.
5.  Kembangkanlah suatu rencana wiraswasta yang lengkap
            Kembangkan suatu rencana usaha wiraswasta yang Lengkap. Perkataan lengkap di sini perlu ditekankan karena justru dalam usaha wiraswasta secara kecil-kecilan , orang tidak dapat menjabarkan setiap bagian pekerjaan dari awal sampai akhir. Dan ini merupakan kelanjutan dari pint 3 di atas.
            Orang yang terdorong dengan ide usaha wiraswasta barunnya biasanya adalah orang yang terbakar dengan gelora emosi, kemudian menempatkan perasaan lebih penting dibandingkan logikanya.
            Akibat dari hal tersebut cenderung untuk menyepelekan sistem dan perencanaan secara menyeluruh. Tetapi sistem ini perlu sekali.  Kita adalah system engineering yang di perusahaan -perusahaan besar dituntut kehadirannya sebelum suatu proyek akan dimulai. Nah , kenapa kita pun tidak memanfaatkannya ?
Dengan perencanaan system engineering ini, yang memetakan aspek dari rencana usaha wiraswasta ( termasuk deskripsi barang dan jasa tersebut , strategi penjualan dan pemasaran dan lain-lain detailnya) kita akan mampu melihat bagian-bagian kelemahan dan kekuatan dari operasi bisnis kita, kemudian sempat “troubleshoot”, merendahkan kemungkinan kegagalan, dan mempertinggi peluang untuk cash yang lebih besar.

6 Memilih Lokasi Usaha yang Baik
            Jika usaha kita menyangkut usaha retail atau toko, maka hanya kesalahan pemilihan lokasi yang meleset saja yang akan membuyarkan semua usaha-usaha kita yang lainnya. Begitu pentingnya pemilihan lokasi ini hingga kita harus meresapi faktor-faktornya yang menentukan
 


No comments:

Post a Comment