Kita
hidup dalam masa-masa di mana kebutuhan kita dan keluarga semakin meningkat,
sementara daya beli uang semakin menciut sekian persen dari tahun ke tahun,
alias inflasi. Untuk hidup yang pantas, kita membutuhkan pendapatan yang makin
besar. Itulah sebabnya makin banyak istri-istri kini menginginkan ikut bekerja
untuk menunjang hidup keluarganya. Ini adalah salah satu jalan keluar . Tetapi
keinginan bekerja dengan betul-betul dapat kerja adalah hal yang masih sangat
jauh ujungnya. Di manapun juga, lapangan kerja lebih sedikit daripada jumlah
angkatan kerja. Maka jalan ke luar yang masuk akal adalah menempuhnya dengan
berwiraswasta baik membuka usaha kecil maupun usaha dalam skala menengah atau
pun besar. Tentunya dalam menempuh memulai usaha wiraswasta tersebut kita akan
melibatkan komitmen keluarga, sumai/istri dan anak-anak kita.
Dalam memulai uasaha wiraswasta, kita sebaiknya mulai
dengan membangun suatu usaha yang unik khas dari kita sendiri, dimulai dari
kecil dan ramping, belajar sambil mendapat , dan berkembang berdasarkan
kecepatan waktu dan kemampuan kita. Banyak kasus-kasus memperlihatkan betapa
suatu usaha kecil atau usaha sampingan yang dipilih dan dibina dengan baik akan
tumbuh begitu menguntungkan lebih jauh dari apa yang dapat dicapai hany dengan
upah menjadi pegawai.
Bidang-bidang
untuk usaha wiraswasta ini sebenarnya masih terbentang luas. tidak hanya
terpaku pada berdagang makanan/minuman kai lima atau berjejalan menawarkan
pakaian-pakaian yang sama. Lihatlah di sekeliling kita . Terdapat banyak
permintaan-permintaan akan pelayanan, atau penerapan teknologti, atau
kepanjangan dari produk-produk yang ada sekarang ini, atau bidang rekreasi,
masalah lingkungan, barang-barang bekas, kebutuhan atau keamanan dan kenyamanan
masalah kekurangan rumah dan banyak lagi yang lainnya.
Begitu banyaknya sehingga kita harus membatasi diri
pada jenis-jenis usaha witraswasta yang kita rasa fit atau yang dapat fit
dengan latar belakang yang kita miliki sendiri.
Lihatlah
semua peluang-peluang usaha di mana kita kemudian dapat mencium satu kebutuhan
yang akan memberikan kesempatan untuk mengubah keterampilan dan tahukah kita
menjadi sukses usaha dalam bentuk uang cash.
Memang
setiap bisnis hanya dapat sukses kalau kita memuaskan suatu kebuthan, Jadi
carilah kebutuhan yang msih terbuka yang fit dengan keadaan kita dan isilah
dengan salah satu dari 3 cara berikut ini :
- Pertama, carilah kebutuhan-kebutuhan yang tidak terisi. Isilah.
- Pertama, carilah kebutuhan-kebutuhan yang tidak terisi. Isilah.
- Kedua carilah kebutuhan-kebutuhan yang tidak cukup
terpenuhi. Cukupilah.
- Ketiga Carilah cara-cara yang lebih baik untuk
mengisi kebutuhan-kebutuhan yang ada. Perbaikilah.
Dengan cara-cara yang disebutkan di atas kita
sekaligus diperingatkan untuk tidak asal latah berusaha, ikut-ikutan
berwiraswasta ytanpa kekhususan, kelebihan atau beda berbeda posisi yang jelas.
Tetapi
ini hanya teori yang masih banyak membutuhkan penjabaran dan tindakan. Sebab
setiap kesempatan hanya dapat disebut sebagai peluang usaha bilamana terdapat
sejumlah tindakan yang mungkin untuk mengisi kebutuhan secara menguntungkan.
Untuk
mewujudkan hal-hal tersebut dalam praktek, di bawah ini disebutkan
tindakan-tindakan penting yang kita perlu lakukan.
1. Memilih bentuk usaha yang aman dan mampu dilakukan
Dari
sejumlah peluang yan berhasil kita temukan di atas, pilihlah jenis dan bentuk
usaha yang kita merasa aman dan mampu untuk bergerak di dalamnya. Misalnya yang
kita dapat mulai secara
kecil-kecilan dengan resiko kecil. Usaha pelayanan
seperti menawarkan belanja barang-barang kepada tetangga dengan harga
supermarket tentu lebih mudah dimulai dibandingkan mendirikan sebuah toko. Di
sini kita tidak menyewa gedung maupun minta izin, atau membeli barang-barang
untuk stok.
2. Menyelidiki peluang usaha yang akan dilaksanakan
Peluang
usaha yang telah kita pilih itu perlu dilakukan penelitian atau diselidiki
secara sistimatis dengan baik dan banyak. Ini
diperlukan sebelum memulai usaha wisawastanya. Berbicaralah dengan
pihak-pihak yang mengetahui atau terlibat. Mungkin dari supplier, dengan
pengusaha yang sama usahanya (calon saingan) dengan konsumen dan
tetanggakalau-kalau mereka dapat memakai atau membeli barangatau jasa kita.
Baca juga segala sesuatu mengenai jenis usaha
tersebut di buku, koran-koran atau majalah. Kalau bisa temuilah pula
orang-orang yang pernah bergerak di bidang ini, tetapi gagal usahanya. Dari
orang-orang beginilah kita sungguh akan mendapati pengalaman yang berguna,
termasuk pula hal-hal yang menyangkut masalah keuangan yang akan dihadapi.
3. Menetpkan segmen konsumen
Setelah
kita menetapkan peluang yang diinginkan serta memiliki cukup informasi dari
penyelidika dan survey mengenai usaha di atas, maka langkah yang penting
selanjutnya untuuk mengkokritkan usaha ini , yaitu dengan menentukan sasaran
usaha kita secara spesifik. Hal ini sekarang dapat dilaksanakan karena kita
kini telah memiliki kerangka peluang dan data pasar dan saingan yang
dibutuhkan.
tetapkanlah segmen konsumen mana yang ingin kita
layani secara pokok. Kemudian produk atau jasa yang ingin kita tawarkan itu
diolah semaksimum mungkin untuk memenuhi kebutuhan-kebuthan segmen ini secara
profesional, bukan sekedar memiliki kelebihan yang “trivial” (sepele dan tambal
sulam). Dan akhirnya tetapkanlah suatu target usaha yang realistis untuk kita
capai dengan dana tertentu dalam kurun waktu yang tertentu pula.
4. Menempatkan Modal Secara Hati-hati
Tempatkanlah
modal yang kita miliki secara hati-hati. Bilamana kita merencanakan pembiayaan
Rp 1 juta untuk start, jagalah agar jangan menghabiskan semuanya seketika usaha
wiraswasta kita berjalan. Pembiayaan harus meliputi pengeluaran selama 3 sampai
4 bulan sejak usaha dilakukan, sampai usaha wiraswasta kita mulai landas.
5.
Kembangkanlah suatu rencana wiraswasta yang lengkap
Kembangkan
suatu rencana usaha wiraswasta yang Lengkap. Perkataan lengkap di sini perlu
ditekankan karena justru dalam usaha wiraswasta secara kecil-kecilan , orang
tidak dapat menjabarkan setiap bagian pekerjaan dari awal sampai akhir. Dan ini
merupakan kelanjutan dari pint 3 di atas.
Orang
yang terdorong dengan ide usaha wiraswasta barunnya biasanya adalah orang yang
terbakar dengan gelora emosi, kemudian menempatkan perasaan lebih penting
dibandingkan logikanya.
Akibat
dari hal tersebut cenderung untuk menyepelekan sistem dan perencanaan secara
menyeluruh. Tetapi sistem ini perlu sekali.
Kita adalah system engineering yang di perusahaan -perusahaan besar
dituntut kehadirannya sebelum suatu proyek akan dimulai. Nah , kenapa kita pun
tidak memanfaatkannya ?
Dengan perencanaan system engineering ini, yang
memetakan aspek dari rencana usaha wiraswasta ( termasuk deskripsi barang dan
jasa tersebut , strategi penjualan dan pemasaran dan lain-lain detailnya) kita
akan mampu melihat bagian-bagian kelemahan dan kekuatan dari operasi bisnis
kita, kemudian sempat “troubleshoot”, merendahkan kemungkinan kegagalan, dan
mempertinggi peluang untuk cash yang lebih besar.
6 Memilih Lokasi Usaha yang Baik
Jika
usaha kita menyangkut usaha retail atau toko, maka hanya kesalahan pemilihan
lokasi yang meleset saja yang akan membuyarkan semua usaha-usaha kita yang
lainnya. Begitu pentingnya pemilihan
lokasi ini hingga kita harus meresapi faktor-faktornya yang menentukan
No comments:
Post a Comment